Joel Matip lagi trending karena style geramnya yang kocak di derby Merseyside di akhir pekan. Hal itu juga disebutkan berhasil menghibur penggemar Liverpool di tengah-tengah peristiwa tidak nikmat.
Tanding Everton Vs Liverpool lalu mendatangkan 2 peristiwa tekel seram dari pemain Everton. Yang pertama kali ialah terjangan ‘gunting’ 2 kaki dari penjaga gawang Jordan Pickford mengarah Virgil van Dijk, yang lalu membuat si kapten Liverpool diperkirakan harus mangkir lumayan lama.

Selanjutnya ialah tekel dari Richarlison mengarah Thiago Alcantara di beberapa menit akhir laga. Karena kejadian itu Richarlison bisa acungan kartu merah dalam laga yang usai 2-2 itu.

Tim Liverpool marah menyaksikan terjangan Richarlison mengarah Thiago. Diantaranya ialah Joel Matip yang ada tidak jauh dari tempat peristiwa.

Waktu itu Matip segera dekati wasit Michael Oliver

Yang menjadi perhatian ialah, style jalan sang pemain bertahan yang tengah meredam amarah.

Entahlah mengapa, Joel Matip waktu itu mengambil langkah seperti robot atau justru saat baris-berbaris. Peristiwa itu yang menjadi trending serta sedikit memberikan selingan buat penggemar Liverpool.

“Maafkan saya, tetapi style jalan Joel Matip kocak sekali,” ceplos seorang warganet.

“Hanya King Matip yang dapat membuat supporter Liverpool mana saja ketawa ketika peristiwa jelek itu dalam laga,” timpal lainnya.

“Seperti ada lego di atas lapangan,” timpal lainnya.

Nah, style jalan yang serupa ternyata pernah dipertontonkan Joel Matip dalam derby Merseyside 2 tahun kemarin. sesudah tekel dari pemain Everton.

“Hahaha, dia punyai riwayat berjalan semacam itu, senang sekali,” cuit seorang warganet memberi komentar 2 peristiwa di laga berlainan itu.

 

 

Arsene Wenger mengaku tidak berhasil memenangkan Liga Champions 2005/06 jadi penyesalan paling besarnya.

Wenger ingin saja mengganti musim invincible Arsenal dengan gelar itu.

Sepanjang 22 tahun, Wenger jadi nakhoda the Gunners dengan membuahkan 3 gelar Premier League, 7 Piala FA serta 7 Community Shield.

Manager berjulukan the Professor itu mengakhiri profesinya di London Utara di musim panas 2018.

Tentang hal peninggalan Wenger yang lain ialah Invincibles Arsenal. Meriam London memahat riwayat

sebab meluncur tidak terkalahkan di sejauh musim untuk memenangkan Liga Inggris 2003/04. Rekor yang tidak dapat disamai team mana saja sampai sekarang ini.

Namun, titel juara Eropa jadi salah satu yang kurang di tengah-tengah keberhasilan Arsene Wenger di Arsenal

Peluang itu sebenarnya pernah datang saat Arsenal meluncur ke final Liga Champions 2005/06 tetapi harus kalah 1-2 menantang Barcelona garapan Frank Rijkaard.

“Ya, tetapi tujuan saya ialah di 2006, kami maju ke final Liga Champions serta singkirkan Real Madrid, Juventus tiada kecolongan,” papar Wenger ke TalkSPORT.

“Serta di final, kami perlu bermain dengan 10 orang sesudah beberapa waktu.

Penyesalan paling besar saya ialah, memenangkan Liga Champions di 2006 akan memahkotai masa serta angkatan itu dan itu yang patut mereka peroleh.”

“Tetapi takdir mengatakan lain serta Anda perlu menerimanya,” lanjut Wenger.

Penjaga gawang Arsenal Jens Lehmann diusir dari permainan sesudah menyalahi Samuel Eto’o

di luar kotak penalti waktu pertandingan baru berguling 18 menit.

Walau demikian, Arsenal buka score pertandingan lewat gol Samuel Campbell untuk unggul sampai akhir babak pertama kali.

Barcelona tentukan kemenangannya dengan 2 gol dari Samuel Eto’o serta Juliano Beletti yang tercipta di 14 menit paling akhir.

“Saya bertanya pertanyaan itu dalam diri sendiri berulang-kali. Kemungkinan saya akan cuman mainkan 2 bek tengah saja

di 13 menit paling akhir waktu kami ketinggalan 1-2,” kata Wenger mengenai ketidakberhasilan Arsenal memenangkan final Liga Champions di masa lampau.

Nasib Mesut Oezil di Arsenal demikian muram. Telah jarang-jarang sekali di turunkan, selanjutnya tersebar berita jika beberapa pemain The Gunners yang lain tidak menyenanginya.
Akhir kali Mesut Oezil dimainkan ialah di bulan Maret 2020 tempo hari. Sesudahnya, dianya tidak masuk tim penting Arsenal justru pun tidak ada di kursi cadangan.

Di Liga Inggris musim 2020/2021 ini juga pemain dari Jerman itu tidak sempat masuk ke tim. Di gelaran Liga Europa, namanya tidak dimasukkan dalam perincian.

Dikutip dari Mirror, Mesut Oezil masih bisa banyak beberapa pundi uang walaupun tidak bermain. Upah Oezil di Arsenal sepanjang seminggu ialah sejumlah 350 ribu paun atau sejumlah Rp 6,7 miliar!

Belakangan ini Oezil kecipratan bonus dari Arsenal. Satu bonus namanya bonus kesetiaan, sebab dianya malas berpindah di bursa transfer musim panas tempo hari.

 

 

Bonus kesetiaan itu besarannya 8 juta pound atau sama dengan Rp 153 miliar.

Simak juga: Upah Buta Mesut Oezil yang Wow Sekali
Mesut Oezil dibeli Arsenal dari Real Madrid di 2 September tahun 2013 lampau. Pemain tengah asal Jerman itu dibayar dengan harga 42 juta paun atau sama dengan Rp 824 miliar.

Saat datang, Oezil jadi langsung fokus perhatian. Kreasinya di baris tengah serta umpan-umpannya yang menganakemaskan demikian bagus disaksikan.

4 Piala FA serta 2x Community Shield sempat dicapainya. Tetapi sayang, beberapa musim paling akhir Oezil telah terpinggirkan puncaknya pada musim kemarin. Diawali di akhir periode kedudukan manager Arsenal sebelumnya Mikel Arteta, Unai Emery.

Toh di waktu kepelatihan Mikel Arteta, Oezil semakin terpinggirkan.

Unai Emery satu waktu sempat diberi pertanyaan masalah performa Mesut Oezil. Tuturnya, Oezil harus berani terima kritik.

 

 

“Saya sering kali terlibat perbincangan dengan Oezil. Saya memberi pesan padanya untuk dapat terima kritik serta meningkatkan diri serta sikapnya,” jelas Emery.

Emery sempat juga katakan, jika dianya pengin sekali menolong Oezil untuk kembali lagi membuatnya untuk pemain luar biasa. Justru, ia beberapa kali sudah memberi kedudukan kapten.

“Ia bisa jadi kapten terus, tetapi ‘ruang ganti’ tidak inginnya. Kapten ialah seorang yang perlu bela club, manager, serta rekanan 1 team,” tegasnya.

Potongan interviu itu menjadi lagi pembicaraan. Dapat jadi, Oezil performnya telah turun di atas lapangan, tidak mendapatkan keyakinan dari manager, serta ditambahkan tidak digemari kawan-kawan segrupnya.

Jadilah Mesut Oezil semakin ‘masuk ke gua’.

Playmaker Arsenal Mesut Oezil tidak terpakai oleh manager Mikel Arteta. Oezil bahkan juga dipercaya tidak pernah tampil kembali untuk Arsenal.
Semenjak masuk di musim panas 2013, pemain Jerman itu telah membuat lebih dari 250 performa untuk the Gunners. Oezil mencatatkan 44 gol serta 77 assist yang menolong Arsenal memenangkan 4 Piala FA.

Tetapi, sesudah Arsene Wenger tinggalkan bangku manager Arsenal hari esok Oezil ditanyakan. Oezil bukan pemain reguler di bawah instruksi Unai Emery, serta peruntungannya makin kurang baik bersama-sama Arteta.

Juara Piala Dunia 2014 itu belum sekalinya dimainkan di musim 2020/21, bahkan juga dicoret dari tim Arsenal Liga Europa

Akhir kali Oezil bermain ialah saat memberi 1 assist dalam kemenangan Arsenal atas West Ham 1-0 di Liga Inggris di Maret 2020.

Bekas penyerang Arsenal, Kevin Campbell, yakini Oezil tidak punyai hari esok lagi di club. Oezil telah mainkan pertandingan terakhir kalinya untuk Arsenal.

“Mesut Oezil itu narasi tempo hari di club,” papar Campbell ke Gentingbet, yang diambil Mirror. “Tidak ada peluang ia akan tampil kembali pada musim ini atau selama-lamanya, jadi saya tidak menyaksikan ada tempat untuk ia untuk kembali lagi.”

Bekas Manager Arsenal Arsene Wenger pernah menyorot tindakan Arteta pada Oezil. Wenger menjelaskan, Arteta sudah menyiakan talenta pemain sepak bola berumur 32 tahun itu.

“Saya pikir ini percuma untuknya, sebab ia ada pada tahun saat pemain seumurnya dapat produktif. Club menghabiskan waktu sebab ia punyai talenta super, bakat kreatif yang dapat memberikan umpan maut di sepertiga lapangan,” kata Wenger mengenai Oezil baru saja ini.

Rasa-rasanya, Tottenham Hotspur ingin mainkan Gareth Bale secepat-cepatnya. Tetapi kemungkinan, awal mulanya Bale jadi supersub dahulu.
Gareth Bale telah ikuti 2x session latihan bersama Tottenham Hotspur. Ia dipandang telah sembuh dari luka paha yang menerpanya.

Dalam session latihan, Gareth Bale telah kembali lagi nampak fit. Karena itu bisa, pemain dari Wales itu di turunkan di kelanjutan Liga Inggris akhir pekan kelak.

Tottenham Hotspur juga direncanakan akan melayani West Ham United di Minggu (18/10/2020). Karena itu banyak pihak memandang, Jose Mourinho sebagai manager Spurs akan turunkan Gareth Bale semenjak menit awalnya.

Pundit sepakbola BBC, Danny Mills punyai opini lain. Untuknya, Mourinho akan berhati-hati mainkan Gareth Bale.

“Musim ini masih panjang serta jadwal cukup ketat. Gareth Bale telah lama tidak bermain, karena itu Mourinho akan berhati-hati untuk memainkannya,” tutur Mills yang perah bermain untuk Leeds United, Hull City, serta Manchester City pada tahun 2000-an.

Mills memandang, Gareth Bale bisa menjadi supersub dahulu oleh Jose Mourinho. Toh performa beberapa striker sayap Spurs selama ini, cukup memberikan kepuasan.

“Bisa Bale dimasukkan ke menit ke-60. Bale masih punyai skill serta kecepatan yang oke. Karena itu, ia akan semakin menyusahkan pertahanan musuh di beberapa menit akhir,” lanjut Mills.

“Gareth Bale akan mempermudah Mourinho untuk meramu team. Tetapi pada awal pertandingan ini, Mourinho tentu ingin mengawasinya,” tutupnya.

UEFA Nations League adalah gelaran baru di tingkat tim nasional beberapa negara Eropa. Tetapi Arsene Wenger, tidak begitu senang serta ingin menghapusnya.
UEFA Nations League ialah satu pertandingan sepak bola yang menandingkan timnas senior dari beberapa negara anggota UEFA. Diadakan 2 tahun sekali, mulai tahun 2018 lalu dengan Portugal untuk pemenangnya.

UEFA Nations League diiringi 55 tim nasional yang akan dipisah dalam 4 seksi atau disebutkan Liga. Selanjutnya dipisah jadi 4 Liga yaitu Liga A, Liga B, Liga C, serta Liga D.

Gelaran itu menambahkan panjang daftar interval internasional di pertandingan Eropa. Pasti awalnya, telah ada Piala Eropa setiap 4 tahun sekali serta setiap tahunnya ada agennda interval internasional setiap tim nasional Eropa untuk menyiapkan pasukannya.

Nah, UEFA Nations League juga jadi pembicaraan. Ada yang sepakat serta tidak sepakat, diantaranya bekas manager Arsenal, Arsene Wenger.

Arsene Wenger sendiri telah jadi kepala Global Football Development FIFA semenjak akhir 2019 kemarin. Pekerjannya ialah lihat perubahan sepakbola dunia agar lebih bagus.

Wenger juga mengomentari masalah UEFA Nations League. Kritikannya cukup tajam.

 

 

“Jika Anda menanyakan ke beberapa orang di jalan mengenai UEFA Nations League, umumnya tentu menjawab tidak paham,” tuturnya seperti dikutip dari ESPN.

“Kami (FIFA-red) perlu singkirkan UEFA Nations League,” tegasnya.

UEFA Nations League dipandang membuat fisik pemain sepak bola Eropa semakin lebih terkuras. Karena, banyak pertandingan di tingkat club dengan agenda yang padat.

Namun, Arsene Wenger tidak dapat segampang itu memutuskan. FIFA sebagai tubuh sepakbola paling tinggi di dunia akan menimang banyak input serta memberikan keputusan dengan pas.

Edinson Cavani sah jadi punya Manchester United. Setan Merah bak menjilat ludahnya sendiri, karena tujuh tahun kemarin mereka inginnya tetapi sangsi.
Di beberapa menit akhir bursa transfer panas musim ini, Manchester United sah membawa Edinson Cavani. Penyerang tua berumur 33 tahun itu didapat dengan cara gratis serta diikat semasa satu musim, sesudah kontraknya habis dengan club Liga Prancis, Paris Saint-Germain (PSG).

Edinson Cavani dipandang jadi jalan keluar untuk baris serang Manchester United. Ditambah lagi, catatan gol pemain dari Uruguay itu tidak bermain-main.

Dalam catatan Transfermarkt, ia buat 104 gol dari 138 performa di semua tempat bersama Napoli, lantas mencatatkan 200 gol dari 301 laga di PSG.

Dikutip dari Mirror, ada bukti mengagetkan masalah Manchester United serta Edinson Cavani. Ternyata tujuh lantas, Setan Merah telah tertarik beli Cavani.

Saat itu, Cavani masih bermain di Napoli. Faksi MU berasa, mereka harus cari mesin pencetak gol baru saat masa Sir Alex Ferguson usai tahun 2013 itu serta diganti David Moyes.

 

 

David Moyes bersama-sama teamnya juga 3x pergi langsung ke Italia untuk melihat permainan Edinson Cavani di stadion. Hasilnya, Moyes serta teamnya tidak tertarik pada Cavani yang saat itu berumur 26 tahun.

Akhirnya, Edinson Cavani meneruskan profesinya ke PSG. Di situ, ia sukses mencicip semua gelar pertandingan lokal.

Sekarang, Cavani akhinrya berjodoh dengan Manchester United. Seandainya tujuh tahun kemarin saat umur emas Cavani, MU mengambilnya tentu riwayat lain telah terbentuk.

Bek Liverpool Virgil van Dijk telah rindu ribut supporter di stadion. Ia tidak hanya rindukan suport fans di Anfield, dan juga teriakan supporter waktu laga tandang.
Pertandingan di Inggris pernah dibatalkan pada Maret lantas sebab epidemi virus corona. Roda pertandingan baru kembali lagi berguling mulai bulan Juni.

Mulai sejak itu, Liverpool serta team-team Inggris yang lain berlaga di stadion tanpa ada pemirsa untuk salah satunya aksi penjagaan penebaran virus corona. The Reds juga belum rayakan keberhasilannya memenangkan Premier League musim kemarin bersama beberapa pendukungnya.

Van Dijk ungkap keutamaan peranan supporter dalam pertandingan

Bek asal Belanda itu memandang teriakan team musuh juga dapat juga memotivasinya.

“Fans dapat berperanan besar dalam waktu susah serta baik saat pertandingan. Saat Anda kecolongan, fans akan mengusung Anda serta saat Anda buat gol, mereka membuat musuh menjauh,” tutur Van Dijk dalam wawancara di podcast ‘No Spirit No Point’ seperti diambil BBC.

“Ini sama untuk orang-orang, tetapi untuk kami dengan cara spesial, orang-orang tahu begitu susahnya berlaga di Anfield dengan fans yang memberikan dukungan di belakang kami. Mudah-mudahan semua dapat segera beralih sebab kami perlu fans.”

“Mereka mengusung perform kami di kandang, tetapi saat Anda main tandang serta supporter team tuan-rumah menantang, saya menyenanginya. Itu terkadang memberikan motivasi untuk main lebih bagus. Itu ialah suatu hal yang saya nikmati serta kangenin,” tuturnya.

Jose Mourinho mengutarakan simpatinya untuk Manager Manchester United Ole Gunnar Solskjaer, selesai kekalahan 1-6 dari Tottenham Hotspur bimbingannya.
Tottenham Hotspur garapan Mourinho sukses menggebuk Manchester United 6-1 di Old Trafford, Minggu (4/10/2020) malam WIB dalam kelanjutan Liga Inggris. Kutipan laga itu dapat dilihat di Mola TV

Unggul lebih dahulu karena penalti Bruno Fernandes, MU pada prosedurnya digelontor 6 gol oleh Tottenham. Son Heung-min serta Harry Kane semasing buat 2 gol, lantas 2 gol yang lain diciptakan oleh Tanguy Ndombele serta Serge Aurier.

Kartu merah Anthony Martial pada menit ke-28 mempermudah Tottenham mengatur pertandingan. Tetapi MU ikut membantunya dengan rangkaian kekeliruan.

Kekalahan dari Tottenham mengidentifikasi start jelek MU di Liga Inggris musim ini

Telah dua kekalahan ditelan dari 3 pertandingan, dengan awalnya kalah dari Crystal Palace.

Jose Mourinho juga mengutarakan simpatinya untuk Solskjaer. Walau sebenarnya kedua-duanya sebelum pertandingan pernah beradu tanggapan berkaitan ukuran gawang serta kotak penalti.

“Saya bersimpati untuk Ole sebab hasil ini. Saye tidak ingat saya pernah kalah dengan kemasukan 6 gol, tetapi saya telah pernah kalah 5 gol serta 4 gol, saya ketahui bagaimana sakitnya,” kata Mourinho dikutip Metro.

“Saya ketahui jika sangat-sangat penting seorang manager yang menang memperlihatkan sikap spesifik, di mana ia memperlihatkan simpati. Tentunya saya ingin menang serta tentunya saya maunya menang dengan 7 gol, bukan 6 gol, jangan salah ya.”

“Tetapi simpati ada pada sikap kami. Hari inilah, esok kemungkinan saya, serta tentunya saya merasai simpati buatnya. Saya dapat memikirkan jika malam hari ini ia tidak dapat tidur dengan begitu pulas, tetapi berikut kerasnya hidup untuk kami.”

“Tetapi saat saya lihat ke teamnya, ada evolusi. Bukanlah ia tiba kesini serta teamnya tidak berubah benar-benar. Teamnya berubah, mereka punyai beberapa pemain yang baik, ia beli beberapa pemain muda, mereka beli beberapa pemain yang sangatlah baik,” paparnya.

 

Arsenal tampil oke di dua pekan awal Liga Inggris musim ini. Kalau dikasih dana belanja pemain yang besar, tim bimbingan Mikel Arteta itu dipercaya akan lebih beresiko.

Sesudah memenangkan Community Shield 2020 dengan menaklukkan Liverpool,

perform positif Arsenal juga bersambung di Liga Inggris. The Gunners menang atas Fulham 3-0 di pekan pertama,

diteruskan dengan menekuk West Ham United 2-1.

Keseluruhannya, performa Pierre-Emerick Aubameyang dkk dipuji oleh bekas bek Manchester United, Gary Neville.

Pria yang sekarang jadi pundit itu berasa Arteta sudah bawa perkembangan pada style main Arsenal sejauh ini.

Ditambah lagi, Arteta tidak diberi uang yang banyak untuk menguatkan teamnya musim ini.

Willlian serta Cedric Soares diangkut dengan gratis, Gabriel Magalhaes dibeli dari Lille dengan harga 23 juta Pound, serta Pablo Silahkan ditebus dengan harga 7,2 juta Pound.

Kalaulah ada perkembangan relevan, itu ialah diperpanjangnya kontrak Aubameyang sampai 2023 berikut peningkatan upah untuk striker Gabon itu.

“Menurutku, Mikel Arteta telah melewati harapan. Ia melebihinya dengan pemain yang ia punyai,” kata Neville, diambil Metro.

“Bentuk serta organisasi permainan, suatu hal yang sejauh ini dikritisi dari Arsenal, juga bagus.”

“Mereka tidak finish di empat besar, sama seperti yang dinilai dari Arsene Wenger dahulu,

tetapi dengan cara team mereka lebih solid. Hal tersebut telah bersambung semenjak akhir musim kemarin serta ia telah lakukan kerjanya secara baik.”

“Kupikir Mikel Arteta akan suka bila dikasih 150 juta Pound sama seperti yang didapatkan Frank Lampard di Chelsea,” jelas pria 45 tahun itu.