Shopee Liga 1 diundur kembali membuat Persela Lamongan sedih. Tetapi di 1 segi, Laskar Jaka Tingkir pasrah dengan keputusan PSSI serta PT LIB.
Sudah diketahui, PSSI sudah mengirim surat pernyataan ke club peserta Liga 1 serta Liga 2, yang berisi berkaitan hasil Extraordinary Clubs Rapat 13 Oktober 2020 dan menunjuk Hasil Meeting Komite Eksekutif PSSI untuk 28 Oktober 2020.

Dalam surat bernomor 2284/AGB/417/X-2020 itu, diberitakan PSSI memilih untuk tunda penerapan Pertandingan Tahun 2020 serta akan diawali di awal tahun 2021.

Seterusnya, PSSI segera akan mengeluarkan Surat Keputusan yang terkait dengan pertandingan berikut hak serta keharusan di antara club dengan pemain serta pelatih. Keputusan ini pasti menyebalkan beberapa club yang pengin pertandingan berguling kembali untuk kebutuhan ekonomi club.

Karena sekarang ini club minim penghasilan sebab tidak ada pertandingan, hingga tidak dapat berjualan ticket pertandingan plus sponsor juga berhenti. Upah beberapa pemain jadi berhenti karena itu.

Satu diantara yang terkena dampak ada Persela yang dibikin tidak menentu nasibnya sebab penangguhan ini

Sekarang Persela hanya dapat pasrah terima keputusan PSSI serta PT LIB itu karena tidak mendapatkan izin mengadakan pertandingan dari Polri.

“Kita mengikut apa sebagai keputusan liga,” tutur Manager Persela, Edy Yunan Achmadi, ke reporter, Sabtu (31/10/2020).

“Kita masih tidak dapat memutus, masih menanti peraturan dari LIB, berkaitan proses pertandingan dan sebagainya,” tambahnya.

Sekalian menanti peraturan kelanjutan dari PT. LIB berkaitan kelanjutan Liga 1, untuk sesaat Persela Lamongan masih liburkan latihan team. Manajemen serta team pelatih sudah memberi program latihan individu ke semua pemainnya.

Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) lakukan terobosan ditengah-tengah wabah COVID-19. Kejuaraan nasional bertopik Virtual Wushu Championships siap diadakan 10-17 Oktober 2020.
Virtual Wushu Championships sediakan Piala Airlangga Hartarto untuk juara umum, yang diambil dari nama ketua umum Wushu. Kejuaraan ini menandingkan nomor Taulo, yang menandingkan kelas A, B, serta C dan merebutkan 156 medali.

Kami PB WI jalankan dua misi lewat Virtual Wushu Championships 2020. Pertama, untuk mencatat semua olahragawan junior serta menggerakkan sasana supaya lebih aktif dalam jalankan pembimbingan. Ke-2, menangkap atlet-atlet wushu terbaik yang akan disiapkan hadapi dua event internasional pada tahun 2021,” kata Sekjen PB WI, Ngatino, dalam pertemuan wartawan virtual, Rabu (7/10/2020).

Kejuaraan ini akan diiringi sekitar 632 olahragawan

terdiri 319 putra serta 313 putri yang dari 50 sasana di 10 propinsi. Yaitu, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Sumatra Utara, Jambi, Lampung serta Sulawesi Utara, serta Yogyakarta. Kejuaraan yang mendapatkan suport dari Kementerian Pemuda serta Olahraga (Kemenpora) akan dibuka Menpora, Zainudin Amali dengan cara virtual.

Virtual Wushu Championships 2002, kata Ngatino, adalah jalan keluar untuk menyongsong padatnya jadwal event tahun kedepan. Yaitu, Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) yang resmi pertama-tama menandingkan cabang olahraga wushu, lantas Kejuaraan Dunia Wushu di Surabaya, Jawa Timur serta Olympic Youth Games 2021.

“PB WI ingin tampilkan atlet-atlet terbaik baik di Popnas, Kejuaraan Dunia Wushu atau Olympic Youth Games 2021. Karena itu, kami menangkap lebih awal hingga mereka dapat disiapkan lebih baik lagi. Serta, ini menjadi pesan Pak Airlangga Hartarto yaitu pembimbingan harus dilaksanakan dengan cara bertahap serta berkaitan,” tegas Ngatino.

Virtual Wushu Championships 2020 akan diadakan dengan prosedur kesehatan yang ketat sekali. Cuman olahragawan, pelatih serta panitia yang diperbolehkan ada di 29 venue yang menyebar di 10 propinsi. Mereka akan tampil dengan cara live serta langsung dipandang beberapa juri yang melihat lewat tv. Wasit yang bekerja akan dipusatkan di Yogyakarta. Buat yang ingin melihat langsung pertandingan dapat lewat @INAWUSHU Kanal.

“Kita akan menyertakan beberapa relawan yang bekerja mengendalikan menjaga jarak serta bekerja bagikan masker ke wasit serta olahragawan mendekati pertandingan. Di semua venue dinyatakan tidak ada pemirsa serta cuman perangkat pertandingan,” tuturnya.