Dalam empat musim paling akhir, Boston Celtics telah 3x sukses meluncur ke Final Daerah Timur. Tetapi baru kesempatan ini, mereka tidak bertemu dengan favorit pertama di pertemuan itu. Mereka justru berjumpa Miami Heat, team yang sukses singkirkan favorit pertama musim ini, Milwaukee Bucks. Celtics juga difavoritkan memenangkan final pertemuan tahun ini.

Celtics bukan team ‘kaleng-kaleng’ di Daerah Timur. Terutamanya dalam empat musim paling akhir. Tapi mereka tetap tersisih, serta tidak dapat capai Final NBA sebab tetap kalah dari favorit pertama.

Pada musim 2016-2017, Celtics hadapi Cleveland Cavaliers di Final Daerah Timur. LeBron James serta teman-teman, waktu itu merusak keinginan fans Celtics sesudah mereka kalah 1-4. Musim setelah itu, Celtics belajar dari kekalahan menyakitkan itu. Celtics kembali lagi berjumpa LeBron James serta Cavaliers. Kesempatan ini, mereka sukses menyeret Cavs sampai ke game 7. Tetapi pada akhirnya, Celtics harus terima fakta. Mereka kalah 3-4 di final pertemuan.

Waktu LeBron James keluar dari Cavaliers serta masuk dengan Los Angeles Lakers

membuat Celtics lega. Mereka lebih semangat di playoff Daerah Timur. Sayangnya, keinginan Celtics dapat meluncur ke Final NBA 2019 sirna, karena kalah di Semi-final Daerah Timur atas Milwaukee Bucks (1-4). Celtics tidak berhasil mengentikan Giannis Antetokounmpo.

Tetapi, cerita persiangan playoff Daerah Timur tahun ini tidak sama. Celtics tidak bertemu LeBron James dengan Cavaliers-nya, atau Giannis Antetokounmpo bersama pasukan Milwaukee Bucks. Ini sedikit memberikan kepercayaan diri Celtics jika mereka dapat meluncur ke Final NBA.

Final Daerah Timur memang menarik. Menghadapkan dua team yang dapat dikatakan sebagai ‘giant killer’. Celtics barusan menaklukkan juara bertahan Toronto Raptors melalui persaingan tujuh game (4-3). Awalnya, Celtics menyapu Philadelphia 76ers (4-0) diperputaran pertama. Sebaliknya, Miami Heat sukses menyingkirkan Milwaukee Bucks dengan keunggulan 4-1. Jimmy Butler jadi aktor intinya. Heat sukses kembali pada Final Daerah Timur untuk kali pertamanya semenjak 2014.

Celtics ialah favorit ke-3, serta Heat ialah favorit ke-5. Ini jadi Final Daerah Timur pertama yang tidak tampilkan satu dari dua favorit paling atas di pertemuan itu. Serta tertera semenjak NBA memakai sistem playoff 16 team pada tahun 1984. Pada tatap muka pada musim reguler 2019-2020, Celtics unggul 2-1 atas Heat. Tapi Miami Heat menang 111-106 di “seeding games” sebelum Playoff 2020 diawali.

Sebagian besar penghargaan individu untuk NBA musim 2019-2020 telah diberi. Serta, sampai sekarang belumlah ada pemain Los Angeles Lakers yang memperoleh gelar individu itu. Oleh karenanya, Kyle Kuzma minta panel media memenangi LeBron James dalam poling Most Valuable Player (MVP) musim ini.

Kepala pelatih Lakers, Frank Vogel cuma finish di posisi ke-5 dalam pengambilan suara Coach of the Year yang dimenangi oleh Nick Nurse dari Toronto Raptors. Striker Anthony Davis finish ke-2 dalam pengambilan suara Defensive Player of the Year, yang pada akhirnya dimenangi oleh bintang Milwaukee Bucks, Giannis Antetokoumpo.

Disamping itu, masih ada LeBron James yang berkompetisi dengan James Harden dari Rockets, serta Antetokounmpo untuk memperoleh gelar MVP musim ini. Untuk rekanan satu team, Kyle Kuzma berusaha supaya panel media memenangi James dalam pengambilan suara.

James telah memenangi 4x gelar pemain terbaik (MVP) yakni di tahun 2009, 2010, 2012, serta 2013. Berarti, James telah pernah jadi MVP saat bermain bersama Cleveland Cavaliers serta Miami Heat. Jika musim inilah memenangi gelar itu, karena itu lengkap telah gelar James, yakni jadi MVP bersama Lakers. Team ke-3 selama profesinya di NBA.

Tetapi saingan LeBron James kali ini besar. Ada Giannis Antetokounmpo yang akan coba pecahkan rekor NBA . Sekarang ini ia jadi DPOY NBA 2019-2020. Jika menang gelar MVP, karena itu Antetokounmpo dapat mengejar perolehan Hakeem Olajuwon (1993-1994) serta Michael Jordan (1987-1988). Mereka jadi pemain bertahan terbaik serta pemain terbaik di liga pada sebuah musim pertandingan.

Peluang James jadi MVP lebih besar

Sebab alasan untuk perhitungan statistik berdasar performa pemain sebelum hiatus NBA bulan Maret. Menurut Kuzma, waktu itu James serta Lakers sedang dalam performa terbaik. Mereka serta telah menutup tempat di playoff musim ini, sebelum dipastikan dalam “seeding games” di Orlando. Pada musim reguler, LeBron James cetak rerata 25,3 point, 7,8 rebound, serta 10,2 asis per game. James pimpin catatan asis di liga musim ini.

Kuzma memiliki pendapat jika tersingkirnya Bucks dari playoff NBA harusnya jadi alasan. Antetokounmpo yang pasti untuk DPOY tidak dapat membuat perlindungan teamnya dari serangan Miami Heat.

Kuzma berani memberi komentar pedas pada informasi penghargaan NBA. Sebab performa Giannis Antetokounmpo turun sesudah informasi penghargaan. Kuzma menyebutkan jika penghargaan itu malah jadi beban mental pada dianya. Hingga, Antetokounmpo jadi kurang konsentrasi dengan arah intinya berlaga, yakni membuat teamnya menang. (tor)

Photo: NBA

 

Presiden Donald Trump memberikan tambahan kritikan pada NBA, menyebutkan beberapa orang NBA yang mengkritiknya “bodoh”.” Trump pilih Michael Jordan dibanding LeBron James, sebab Jordan, yang sudah pensiun dari bola basket semasa 17 tahun, belum bicara melawannya.

Trump belum jadi fans LeBron James semenjak ia jadi presiden, jadi pilih Jordan ialah taruhan yang aman mengingat yang paling akhir beberapa masih berbentuk pribadi sekarang ini pemilik Charlotte Hornets. Tetapi, perlu dicatat jika Jordan lebih vokal dalam memberikan dukungan Black Lives Matter, serta memberi sumbangan juta-an dolar untuk maksud itu.

Trump keluarkan semua di zone nyamannya dalam satu wawancara dengan Clay Travis di FOX Sports Radio:

Diberi pertanyaan mengenai orang NBA yang mengkritiknya, Trump menjelaskan sebagian orang NBA

“benar-benar, benar-benar jelek serta terus jelas, benar-benar bodoh,” menurut Daniel Dale dari CNN.

Trump tidak stop disana, menulis liga ada dalam “permasalahan besar,

permasalahan lebih besar dari yang mereka ketahui” sebab tidak memberikan dukungan lagu berkebangsaan, menurut Marc Stein dari The New York Times.

Ini bukanlah yang pertama atau akhir kali Donald Trump tampil menantang liga

walau sedikit yang nampaknya memerhatikannya. Pelatih Gregg Popovich, Steve Kerr, serta Stan Van Gundy

sudah terang-terangan mengomentari pemerintahan kepresidenannya serta tanggapan jeleknya pada liga.

Pemain seperti LeBron James serta JJ Redick belakangan ini menulis

jika tidak ada seorang juga di liga yang akan melepaskan Trump untuk pemirsa

sesudah ia memberikan ancaman akan meremehkan restart sebab beberapa pemain berlutut semasa lagu berkebangsaan.

Stephen Curry barusan menjelaskan NBA kemungkinan lakukan suatu hal yang betul bila Trump geram pada mereka.

Jonathan Isaac serta Meyers Leonard ialah salah satu pemain yang berdiri untuk lagu berkebangsaan di gelembung NBA.