Fans Golden State Warriors tidak sabar ingin melihat Stephen Curry, Klay Thompson, serta Draymond Green tampil kembali. Kebalikannya, barisan manajemen serta pelatih Warriors malah mengharap lihat transformasi Andrew Wiggins. Karena mereka sedang latih Wiggins untuk menguatkan pertahanan Warriors. Disamping itu, kepentingan cetak point diberikan Curry serta Thompson.

Wiggins jadi pemain opsi pertama dalam Draft NBA 2014. Pemain dari Kanada itu diambil oleh Cleveland Cavaliers, yang mengirimnya ke Minnesota Timberwolves untuk memperoleh Kevin Love. Wiggins bela Timberwolves sampai tahun 2020. Pada 6 Ferbruari lantas, Wiggins diganti dengan Jacob Evans, D’Angelo Russell, serta Omari Spellman ke Warriors.

Wiggins makin bagus di Warriors. Situasi team yang darurat sebab badai luka, mengganti Wiggins jadi pemain yang perlu untuk Warriors. Tetapi untuk musim depan, manajemen serta staf kepelatihan telah punyai skrip baru. Mengejar kembalinya Curry serta Thompson musim depan.

Mereka tidak minta Wiggins cetak 20 point per game seperti Curry atau Thompson

Wiggins diharap menguatkan pertahanan. Sebab di sana titik permasalahan Warriors musim ini.

“Wiggins benar-benar berpotensi dalam menyerbu, tetapi ia dapat tahan lebih baik. Beberapa pelatih siap memberi panduan bagaimanakah cara tahan yang bagus. Jika ia punyai tekad, karena itu Wiggins akan menjadi pemain yang baik serta asset team untuk hari esok,” kata asisten pelatih Warriors, Leandro Barbosa, dalam wawancara dengan NBC Sports.

Sesaat dari manajemen, Wiggins dapat dimasukkan dalam gagasan periode panjang Warriors. Kirk Lacob sebagai Wakil Presiden Operasi Bola Basket Warriors punyai gagasan untuk Wiggins. Lacob memandang jika Wiggins pemain berpotensi dengan nilai kontrak yang paling dapat dijangkau. Warriors cuman keluarkan AS$30 juta untuk musim depan. Disamping itu, waktu kontrak Wiggins masih panjang sampai tahun 2023. Warriors tidak melepas Wiggins demikian saja.

“Saya ingin menyaksikannya bermain serta menolong kami memenangi pertandingan. Kami semua paham Andrew Wiggins berpotensi, serta yang saya ingin, ia dapat membuat dianya bermakna untuk team ini,” kata Kirk Lacob, seperti dikutip dari ESPN.

“Saya tidak perduli dengan point rerata, rebound, steal atau blok Wiggins. Saya cuman ingin ia menolong pertahanan kami. Karena itu ia akan bahagia selanjutnya kelak.”

Wiggins bermain untuk 2 team musim ini.

Ia tampil 42 game bersama Minnesota Timberwolves dengan cetak rerata 22,4 point, 5,2 rebound, serta 3,7 asis per game. Sesudah geser ke Warriors, ia pernah bermain 12 pertandingan sebelumnya wabah virus korona menempa. Wiggins cetak rerata 19,4 point, 4,6 rebound, 3,6 asis, 1,3 steal, serta 1,4 blok per game. Catatan steal serta blok paling tinggi sepanjang profesinya.

Andrew Wiggins punyai fisik yang baik untuk pemain tahan. Itu salah satunya alasan kenapa dianya dipilih jadi pemain rangking pertama dalam Draft NBA. Warriors mengharap Wiggins dapat meningkatkan kekuatan bertahannya musim depan. (tor)

Photo: NBCSports

Erik Spoelstra ialah pelatih turunan Filipina-Amerika. Ia benar-benar bangga saat Filipina jadi pasar internasional paling banyak ke-2 sesudah Australia untuk pertandingan NBA. Spoelstra berasa jika suport publik Filipina benar-benar bermakna untuknya di final kesempatan ini.

Spoelstra senang serta memberikan animo waktu jurnalis Filipina ikuti pertemuan wartawan virtual serta ajukan pertanyaan kepadanya waktu Final NBA 2020. Menurut Spoelstra, itu memperlihatkan jika orang-orang di tanah air ibunya melihat pertandingan NBA.

Kenyataannya, Filipina masuk 5 besar pasar internasional pertandingan NBA lewat League Pass. Musim ini 5 negara pasar paling besar Los Angeles Lakers selain Amerika Serikat yakni Australia, Filipina, Brasil, Spanyol, serta Meksiko. Untuk Miami Heat, ada Australia, Filipina, Spanyol, Brasil, serta Meksiko. Posisinya hampir serupa, tetapi Filipina terus di posisi ke-2.

Menurut spin.ph, Spoelstra memanglah bukan alasan penting publik basket Filipina melihat NBA. Malah unsur paling besar ialah LeBron James. Itu dapat dibuktikan waktu bulan Desember lantas, NBA membuat video perayaan ulang tahun James ke-35 di YouTube. Video itu dilihat lebih dari 42 juta kali. Dari jumlah itu, 25 % atau seputar 10 juta pemirsa berawal dari Filipina. Disamping itu, di Final NBA 2020 ke-2 unsur itu masuk. LeBron James dengan Lakers-nya, serta Heat bersama Erik Spoelstra.

Erik Spoelstra ialah putra bungsu pasangan Jon Spoelstra dana Elisa Celino

Jon adalah turunan Belanda-Irlandia-Amerika yang pernah bekerja untuk eksekutif di NBA bersama team Buffalo Braves, Protland Trail Blazers, Denver Nuggets, dana New Jersey Nets. Sedang Elisa berawal dari San Pablo, Laguna, Filipina. Erik kecil telah dekat dengan dunia olahraga, karena kakeknya, Watson Spoelstra adalah penulis olahraga di The Detroit News. Pelatih berumur 49 tahun itu telah bekerja untuk kepala pelatih Heat semenjak 2008 sampai saat ini.

Kemenangan Heat di Game 5 Final NBA 2020 menambahkan catatan prestasi Erik Spoelstra. Dia menempati posisi ke-7 untuk pelatih dengan kemenangan paling banyak di Final NBA dengan 13 kemenangan.

Photo: Hot Hot Hoops

Miami Heat sukses memenangkan game 4 final Daerah Timur menantang Boston Celtics dengan score tipis 112-109, Rabu, 23 September 2020, waktu ditempat. Bila di tiga game awalnya Heat biasanya dalam tempat ketinggalan, kesempatan ini mereka membalik situasi. Heat hampir unggul selama game dengan keunggulan paling besar mereka capai 12 point. Sedang Celtics cuma sempat unggul dengan beda 2 point saja.

Heat bisa menang jauh semakin besar dari score akhir bila ketepatan mereka lebih bagus lagi. Masalahnya Celtics membuat 19 turnover di game ini sedang Heat cuma 8 turnover. Serta, di paruh ke-2, Heat cuma membuat dua turnover saja. Sayangnya, Heat cuma masukkan 43 % shooting keseluruhnya mereka (39/91) serta 27 % (10/37) dari tripoin. Sesaat Celtics lebih baik dengan 14/40 dari tripoin (35 %) dan 39/82 keseluruhannya (48 %).

Kemenangan kesempatan ini jadi tempat ruki, Tyler Herro unjuk gigi pimpin team

Semasa 35 menit tampil dari kursi cadangan, Herro cetak 37 point serta 6 rebound. Ketepatannya istimewa di angka 67 % (14/21) dengan perincian 5/10 tripoin (50 %). Herro prima dari shooting gratis (4/4). Herro ialah ruki ke-2 dalam 35 tahun paling akhir yang dapat cetak minimal 30 point di set final Daerah atau final NBA dari kursi cadangan. Pemain paling akhir yang lakukan itu ialah ruki Cleveland Cavaliers, Daniel Gibson, pada 2007 kemarin. Tetapi, dengan umur 20 tahun, Herro ialah pemain termuda dalam riwayat NBA yang dapat cetak minimal 30 point dari kursi cadangan di game playoff.

Di belakang Herro, Jimmy Butler ikuti dengan 24 point serta 9 rebound. Butler tidak jalani malam yang bagus dengan ketepatan shooting cuma 40 % (8/20), tetapi dia jaga persistensi di shooting gratis dengan 89 % (8/9). Goran Dragic mengejar dengan 22 point, 5 rebound, 3 asis, serta 2 steal sedang Bam Adebayo lengkapi daftar selesai mencatatkan dobel-dobel 20 point, 12 rebound, 4 asis, serta 2 steal.

Dari Celtics, top scorer mereka ialah Jayson Tatum dengan 28 point serta 9 rebound. Hebatnya, semua point Tatum diciptakan di paruh ke-2 saja. Ya, Tatum tidak cetak point di 1/2 game pertama. Jaylen Brown memberikan tambahan 21 point serta 9 rebound. Kemba Walker 20 point serta 5 asis. Marcus Smart dobel-dobel 10 point plus 11 asis sedang Gordon Hayward mencatatkan 14 point serta 7 rebound dari kursi cadangan.

Hasil ini membuat Heat unggul (3-1). Heat perlu satu kemenangan lagi untuk pastikan diri kembali pada final untuk pertama kali semenjak 2014. Game 5 akan diadakan lusa, waktu ditempat.

Boston Celtics sukses hentikan cedera dari Miami Heat sesudah memenangkan game 3 final Daerah Timur dengan score 117-106. Di game ini, Celtics unggul semenjak tolak mula, benar-benar tidak sempat pada keadaan ketinggalan, dan pernah unggul sampai 20 point. Jarak point itu adalah yang paling tinggi selama tiga game yang telah dilewati.

Dengan cara statistik, Celtics jelas wajar menang serta memimpin game ini. Ketepatan yang menjadi unsur penentu paling besar dalam satu kemenangan sukses mereka kuasai secara baik. Celtics batasi turnover mereka serta membuat Heat tidak dapat manfaatkan secara baik peluang ke-2 mereka yang didapatkan dari offensive rebound. Heat mendapatkan 12 offensive rebound tetapi cuma membuahkan 18 second chance points.

Penting dipahami, di game pertama, Celtics kalah sebab ketepatan mereka lebih buruk setelah kuarter dua. Di game ke-2, Celtics kalah sebab turnover. Ketepatan Celtics semakin lebih baik dari Heat di game 2, tetapi mereka membuat 11 turnover semakin banyak serta Heat sukses manfaatkan keseluruhan 20 turnover itu dengan lumayan baik.

Di game 3, Celtics nampak benar-benar agresif. Menangani pertahanan zone Heat yang membuat mereka mati kutu di game 2, Celtics berupaya menggempur ke tempat kunci. Hasilnya juga, 60 dari keseluruhnya 117 point Celtics di game 3 berlangsung di tempat kunci Heat. Celtics cuma melepas 26 eksperimen tripoin dari keseluruhan 85 shooting yang mereka bebaskan.

Perkembangan yang lain berada di badan Celtics untuk game 3 ialah kedatangan forwarda mereka, Gordon Hayward

 

 

Luka sendi semasa satu bulan, Hayward kembali pada tim tanpa ada dibatasi menit bermainnya. Di game pertamanya di playoff 2020 ini, Hayward langsung main 30 menit serta cetak 6 point, 5 rebound, 4 asis, 3 steal, serta 1 blok. Hayward melepas tujuh shooting serta cuma dua yang masuk.

Dengan cara andil statistik tradisionil, Hayward memang nampak cukup lengkap tetapi tidak lumayan baik. Tetapi, dengan cara penilaian di game, dapat disaksikan hadirnya membuat Heat ketidaktahuan. Masalahnya dengan kehadiran kembalinya Hayward, Celtics jadi mempunyai tiga winger (bersama-sama Jayson Tatum serta Jaylen Brown) yang serupa hebatnya waktu menggempur, tetapi Hayward lumayan bagus dalam bertahan.

Selama profesinya, Hayward sempat 1x masuk All Star

Saat itu, dia memang cukup produktif dengan 21,9 point per game. Namun, hal-hal lain yang membuat Hayward masuk di daftar All Star ialah kekuatannya jaga pemain dari garda sampai forwarda. Pada musim itu, Hayward mempunyai defensive rating 106. Rerata profesinya, defensive rating Hayward berada di angka 108.

Disamping itu, menelisik bertambah dalam di statistik lineup, dapat disaksikan jika dengan turunnya Hayward, Celtics jadi makin bagus di dua bagian permainan. Ditambah lagi waktu mereka turun dengan formasi Kemba Walker, Marcus Smart, Jaylen Brown, Jayson Tatum, serta Hayward. Tim ini turun semasa tujuh menit serta mempunyai offensive rating 162,5 dan defensive rating 76,5.

Waktu Smart ditukar dengan Daniel Theis juga, Celtics masih mempunyai offensive rating yang serupa tetapi dengan defensive rating yang sedikit turun di angka 85,7. Walau turun, defensive rating tidaklah sampai 100 sebuah pencapain hebat. Sayangnya, tim Walker, Brown, Tatum, Hayward, serta Theis cuma turun semasa empat menit.

Kembali pada formasi lineup yang pertama (dua paragraf di atas), semasa mereka bermain bersama-sama tujuh menit, keseluruhan ada 26 point yang terbentuk. Hebatnya lagi, point itu terbentuk dari 8/11 shooting (73 %). Ini memperlihatkan jika Heat tidak mempunyai jawaban atas tim yang kemungkinan dapat disebut kecil ini. Tatum ialah pemain dengan bentuk paling tinggi di formasi ini (6’8″).

 

 

Daftar pemain yang tersering di turunkan di game 3 sendiri ialah Walker, Smart, Brown, Tatum, serta Theis

Tim ini turun semasa 10 menit serta cetak sama 26 point. Namun, jumlah point ini datang dari 11/21 shooting (52 %). Ketepatan yang masih tetap baik, tetapi bila dibanding dengan formasi awalnya, jelas begitu jauh. Formasi Walker, Smart, Brown, Tatum, serta Hayward formasi dengan +/- paling baik semasa game 3. Mereka mencatat +13, berbanding +7 punya formasi tim yang ada mengubah Hayward dengan Theis.

Belum stop di situ, formasi tim dengan Hayward mendatangkan tempo permainan yang bertambah tajam. Bila semasa playoff ini, pace Celtics berada di rata-rata 95, waktu Walker, Smart, Brown, Tatum, serta Hayward turun bersama-sama , pace Celtics dapat capai 120. Heat ialah team dengan pace yang lamban serta kecepatan Celtics ini yang membuat Heat kecurian 26 point dalam tujuh menit.

Semua statistik yang ada cuma mempunyai tujuan untuk menjawab pertanyaan di judul artikel ini. Serta berdasar statistik game 3, karena itu jawaban dari pertanyaan itu ialah betul. Gordon Hayward ialah jawaban Celtics untuk hentikan pergerakan kemenangan Heat. Harus diingat, kekalahan di game 3 baru jadi kekalahan ke-2 Heat di playoff kesempatan ini serta mereka telah masuk di final Daerah Timur. Bila Heat tidak mendapatkan jawaban balik atas kedatangan pemain berumur 30 tahun itu, mereka dapat jadi kehilangan game 4 yang akan diadakan 3 hari lagi, atau serta kehilangan seri ini sendiri.

Dalam empat musim paling akhir, Boston Celtics telah 3x sukses meluncur ke Final Daerah Timur. Tetapi baru kesempatan ini, mereka tidak bertemu dengan favorit pertama di pertemuan itu. Mereka justru berjumpa Miami Heat, team yang sukses singkirkan favorit pertama musim ini, Milwaukee Bucks. Celtics juga difavoritkan memenangkan final pertemuan tahun ini.

Celtics bukan team ‘kaleng-kaleng’ di Daerah Timur. Terutamanya dalam empat musim paling akhir. Tapi mereka tetap tersisih, serta tidak dapat capai Final NBA sebab tetap kalah dari favorit pertama.

Pada musim 2016-2017, Celtics hadapi Cleveland Cavaliers di Final Daerah Timur. LeBron James serta teman-teman, waktu itu merusak keinginan fans Celtics sesudah mereka kalah 1-4. Musim setelah itu, Celtics belajar dari kekalahan menyakitkan itu. Celtics kembali lagi berjumpa LeBron James serta Cavaliers. Kesempatan ini, mereka sukses menyeret Cavs sampai ke game 7. Tetapi pada akhirnya, Celtics harus terima fakta. Mereka kalah 3-4 di final pertemuan.

Waktu LeBron James keluar dari Cavaliers serta masuk dengan Los Angeles Lakers

membuat Celtics lega. Mereka lebih semangat di playoff Daerah Timur. Sayangnya, keinginan Celtics dapat meluncur ke Final NBA 2019 sirna, karena kalah di Semi-final Daerah Timur atas Milwaukee Bucks (1-4). Celtics tidak berhasil mengentikan Giannis Antetokounmpo.

Tetapi, cerita persiangan playoff Daerah Timur tahun ini tidak sama. Celtics tidak bertemu LeBron James dengan Cavaliers-nya, atau Giannis Antetokounmpo bersama pasukan Milwaukee Bucks. Ini sedikit memberikan kepercayaan diri Celtics jika mereka dapat meluncur ke Final NBA.

Final Daerah Timur memang menarik. Menghadapkan dua team yang dapat dikatakan sebagai ‘giant killer’. Celtics barusan menaklukkan juara bertahan Toronto Raptors melalui persaingan tujuh game (4-3). Awalnya, Celtics menyapu Philadelphia 76ers (4-0) diperputaran pertama. Sebaliknya, Miami Heat sukses menyingkirkan Milwaukee Bucks dengan keunggulan 4-1. Jimmy Butler jadi aktor intinya. Heat sukses kembali pada Final Daerah Timur untuk kali pertamanya semenjak 2014.

Celtics ialah favorit ke-3, serta Heat ialah favorit ke-5. Ini jadi Final Daerah Timur pertama yang tidak tampilkan satu dari dua favorit paling atas di pertemuan itu. Serta tertera semenjak NBA memakai sistem playoff 16 team pada tahun 1984. Pada tatap muka pada musim reguler 2019-2020, Celtics unggul 2-1 atas Heat. Tapi Miami Heat menang 111-106 di “seeding games” sebelum Playoff 2020 diawali.

Sebagian besar penghargaan individu untuk NBA musim 2019-2020 telah diberi. Serta, sampai sekarang belumlah ada pemain Los Angeles Lakers yang memperoleh gelar individu itu. Oleh karenanya, Kyle Kuzma minta panel media memenangi LeBron James dalam poling Most Valuable Player (MVP) musim ini.

Kepala pelatih Lakers, Frank Vogel cuma finish di posisi ke-5 dalam pengambilan suara Coach of the Year yang dimenangi oleh Nick Nurse dari Toronto Raptors. Striker Anthony Davis finish ke-2 dalam pengambilan suara Defensive Player of the Year, yang pada akhirnya dimenangi oleh bintang Milwaukee Bucks, Giannis Antetokoumpo.

Disamping itu, masih ada LeBron James yang berkompetisi dengan James Harden dari Rockets, serta Antetokounmpo untuk memperoleh gelar MVP musim ini. Untuk rekanan satu team, Kyle Kuzma berusaha supaya panel media memenangi James dalam pengambilan suara.

James telah memenangi 4x gelar pemain terbaik (MVP) yakni di tahun 2009, 2010, 2012, serta 2013. Berarti, James telah pernah jadi MVP saat bermain bersama Cleveland Cavaliers serta Miami Heat. Jika musim inilah memenangi gelar itu, karena itu lengkap telah gelar James, yakni jadi MVP bersama Lakers. Team ke-3 selama profesinya di NBA.

Tetapi saingan LeBron James kali ini besar. Ada Giannis Antetokounmpo yang akan coba pecahkan rekor NBA . Sekarang ini ia jadi DPOY NBA 2019-2020. Jika menang gelar MVP, karena itu Antetokounmpo dapat mengejar perolehan Hakeem Olajuwon (1993-1994) serta Michael Jordan (1987-1988). Mereka jadi pemain bertahan terbaik serta pemain terbaik di liga pada sebuah musim pertandingan.

Peluang James jadi MVP lebih besar

Sebab alasan untuk perhitungan statistik berdasar performa pemain sebelum hiatus NBA bulan Maret. Menurut Kuzma, waktu itu James serta Lakers sedang dalam performa terbaik. Mereka serta telah menutup tempat di playoff musim ini, sebelum dipastikan dalam “seeding games” di Orlando. Pada musim reguler, LeBron James cetak rerata 25,3 point, 7,8 rebound, serta 10,2 asis per game. James pimpin catatan asis di liga musim ini.

Kuzma memiliki pendapat jika tersingkirnya Bucks dari playoff NBA harusnya jadi alasan. Antetokounmpo yang pasti untuk DPOY tidak dapat membuat perlindungan teamnya dari serangan Miami Heat.

Kuzma berani memberi komentar pedas pada informasi penghargaan NBA. Sebab performa Giannis Antetokounmpo turun sesudah informasi penghargaan. Kuzma menyebutkan jika penghargaan itu malah jadi beban mental pada dianya. Hingga, Antetokounmpo jadi kurang konsentrasi dengan arah intinya berlaga, yakni membuat teamnya menang. (tor)

Photo: NBA

 

Presiden Donald Trump memberikan tambahan kritikan pada NBA, menyebutkan beberapa orang NBA yang mengkritiknya “bodoh”.” Trump pilih Michael Jordan dibanding LeBron James, sebab Jordan, yang sudah pensiun dari bola basket semasa 17 tahun, belum bicara melawannya.

Trump belum jadi fans LeBron James semenjak ia jadi presiden, jadi pilih Jordan ialah taruhan yang aman mengingat yang paling akhir beberapa masih berbentuk pribadi sekarang ini pemilik Charlotte Hornets. Tetapi, perlu dicatat jika Jordan lebih vokal dalam memberikan dukungan Black Lives Matter, serta memberi sumbangan juta-an dolar untuk maksud itu.

Trump keluarkan semua di zone nyamannya dalam satu wawancara dengan Clay Travis di FOX Sports Radio:

Diberi pertanyaan mengenai orang NBA yang mengkritiknya, Trump menjelaskan sebagian orang NBA

“benar-benar, benar-benar jelek serta terus jelas, benar-benar bodoh,” menurut Daniel Dale dari CNN.

Trump tidak stop disana, menulis liga ada dalam “permasalahan besar,

permasalahan lebih besar dari yang mereka ketahui” sebab tidak memberikan dukungan lagu berkebangsaan, menurut Marc Stein dari The New York Times.

Ini bukanlah yang pertama atau akhir kali Donald Trump tampil menantang liga

walau sedikit yang nampaknya memerhatikannya. Pelatih Gregg Popovich, Steve Kerr, serta Stan Van Gundy

sudah terang-terangan mengomentari pemerintahan kepresidenannya serta tanggapan jeleknya pada liga.

Pemain seperti LeBron James serta JJ Redick belakangan ini menulis

jika tidak ada seorang juga di liga yang akan melepaskan Trump untuk pemirsa

sesudah ia memberikan ancaman akan meremehkan restart sebab beberapa pemain berlutut semasa lagu berkebangsaan.

Stephen Curry barusan menjelaskan NBA kemungkinan lakukan suatu hal yang betul bila Trump geram pada mereka.

Jonathan Isaac serta Meyers Leonard ialah salah satu pemain yang berdiri untuk lagu berkebangsaan di gelembung NBA.