Perpani Klaim Faksinya Telah Mati-Matian Jaga Riau Ega cs

Posted on

PP Perpani pada akhirnya membuka suara masalah masalah olahragawan panahan Jawa Timur yang dicoret dari pelatnas Olimpiade 2020. Apa kata mereka?
Olahragawan pelatnas Jawa Timur yaitu Riau Ega Agatha Salsabila, Diananda Choirunisa, serta Asiefa Nur Haenza dinyatakan tidak ikuti pelatnas Olimpiade Tokyo tahun kedepan.

Pemicunya sebab pelatih Jawa Timur, Deni Trisyanto, yang ketua pengprov Perpani Jawa timur tidak berhasil lolos seleksi pelatih pelatnas Olimpiade.

Deni, yang disebut keluarkan inspirasi untuk seleksi pelatih serta olahragawan sebelum diadakan pelatnas, justru terjerumus ke rangking lima dalam penilaian seleksi pelatih yang diadakan PP Perpani, kerja sama juga dengan team berdiri sendiri dari akademisi serta pegiat panahan.

Hasil itu juga yang pada akhirnya membuat beberapa olahragawan Jawa Timur, terutamanya Riau Ega, putuskan tidak turut gabung dalam pemfokusan latihan yang telah diawali semenjak awal Agustus.

Riau Ega berasa telah jalani latihan semenjak awal dengan Deni di wilayah, hingga bila ada perubahan pelatih akan mengganti program serta periodesasi latihannya sejauh ini.

PP Perpani bergerak walau Riau Ega cs minta Deni dipertahankan.

Mereka masih menampik sebab berdasarkan pada ketentuan yang dibikin awalnya.

Mereka tidak ingin dituding dengan situasi itu. Masalahnya mereka telah berusaha untuk merayu beberapa olahragawan termasuk juga menyertakan KONI Pusat serta Kemenpora.

“Saya sebetulnya benar-benar berkemauan turut Jawa Timur turut serta saya minta pada bapak Sesmenpora (Gatot S. Dewa Broto) untuk coba memperantai. Rupanya, Ega masih ingin dilatih oleh Bapak Deni yang dinilai untuk pelatih terbaik,” kata Ketua Umum PP Perpani Illiza Sa’aduddin Djamal dalam temu persnya lewat Zoom, Kamis (13/8/2020).

“Lalu kami komunikasi dengan KONI Pusat serta mereka kirim surat ke KONI Jawa timur. Tetapi balasannya mereka bersikukuh olahragawan Jawa timur diperkenankan turut pelatnas seandainya pelatihnya Deni,” sambungnya.

“Paling akhir saya komunikasi dengan kawan-kawan, janganlah sampai kami dituding sebab dipandang menghalangi. Saya telah bertanya Riau Ega serta dia paham resikonya. Hingga kemudian, KONI Pusat minta Bapak Deni dapat didatangkan dengan budget Jawa timur tetapi hasil rapat paling akhir bersama Sesmenpora serta semua pengurus, putuskan tidak mengikutkan mereka. Sebab kami menginginkan olahragawan itu tidak cuma punyai mental juara dan juga punyai akhlak dan norma, adab yang baik dari seorang olahragawan.”

Tertera ada 15 olahragawan berdasar hasil Pra PON

Perpani juga kembali lagi lakukan seleksi untuk cari alternatif Riau Ega dkk. . Dua salah satunya adalah olahragawan Jawa timur, yang tidak dibolehkan Jawa Timur untuk masuk.

Illiza menjelaskan masalah Jawa timur dengan Perpani sebenarnya bukan pertama kali. Karena itu, dia berusaha untuk menanganinya serta berlaku tegas berkaitan permasalahan olahragawan serta pelatih.

“Ini cara yang perlu kami mengambil, supaya organisasi ini sehat serta berjalan dengan baik

serta masih punyai waktu melatih orang yang ingin menang, daripada yang berasa telah menang,” katanya.

Disamping itu, Ketua Bagian Hukum Perpani, Ikhsan Ingratubun, menjelaskan Riau Ega sebenarnya belum berhasil lolos Olimpiade. Dua ticket yang dicapai panahan Indonesia adalah by number yaitu perseorangan recurve putra serta perseorangan recurve putri.

“Karena itu, kami kerjakan seleksi olahragawan lagi, karena itu keikutsertaan olahragawan ini penting supaya

dalam seleksi dapat penuhi angka itu (jumlah orangnya),” tutur Ikhsan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *